Memindahkan stup koloni kelulut



Mengetahui perilaku lebah menjadi hal yang wajib diketahui oleh seorang pembudidaya lebah kelulut. Salah satunya dalam hal memindahkan stup-stup koloni aktif. Lebah, termasuk kelulut, memiliki ingatan yang kuat di mana sarang mereka berada. Lebah akan selalu kembali ke lokasi di mana sarang mereka berada. Kesalahan pemindahan bisa berujung berkurangnya jumlah lebah pekerja karena tersesat/tidak bisa menemukan rumah. Sehingga dalam melakukan pemindahan stup perlu dilakukan dengan teknik-teknik khusus.

Pemindahan dalam jarak dekat
Jika pemindahan stup hanya beberapa meter saja, maka pindahkan sedikit demi sedikit, kurang dari 1 meter setiap hari. Pastikan bahwa tidak ada stup-stup yang berdekatan untuk menghindari bentrok antar koloni.
 
Pemindahan jarak jauh:
•Sebelum pemindahan, pintu sarang harus ditutup setidaknya 2 hari (pastikan terdapat cadangan makanan yang cukup). Penutup bisa menggunakan kapas, kain kasa, atau strimin nyamuk untuk kelulut besar.
(Penutupan ini bertujuan untuk menghapus memori lebah dalam mengingat rumah mereka)
•Pindahkan ke tempat yang dikehendaki.
•Buka penutup pintu dan biarken lebah melakukan orientasi terhadap tempat baru mereka, biasanya lebah akan beterbangan di depan sarang.


Pengetahuan mengenai teknik pemindahan stup ini penting diketahui untuk menghindari berkurangnya jumlah lebah pekerja, karena tersesat dan tidak bisa menemukan sarang mereka.

Menempatkan stup lebah kelulut


Perhatikan Lokasi!
Kunci awal keberhasilan budidaya lebah adalah lokasi yang tepat yang mendukung budidaya. Analisa daya dukung untuk memulai budidaya lebah kelulut ada di artikel yang telah terbit sebelumnya. Kriteria umum lokasi yang ideal sebagai tempat budidaya kelulut sebagai berikut:

-Beriklim sejuk, potensi pakan melimpah sepanjang tahun, tersedia air
-Lokasi di mana secara alami banyak dijumpai koloni liar: sekitar hutan & agroforest. 


Bagaimana menempatkan stup kelulut?
Setelah mendapatkan lokasi yang ideal, tentunya kita juga perlu tahu tips dan trik untuk mengoptimalkan budidaya lebah yang kita kelola. Salah satu hal yang penting kita ketahui adalah penempatan stup-stup lebah yang kita pelihara. Ada beberapa tips agar budidaya kita berhasil:

1. Tempatkan stup lebah menghadap arah matahari terbit 
Semakin cepat stup lebah terkena cahaya matahari pada pagi hari, sehingga lebah-lebah segera menjalani aktivitasnya. Perlu diingat bahwa nektar tersedia melimpah pada pagi hari, dan akan menguap saat terkena panas matahari.

2. Posisikan stup dekat dengan sumber pakan
Semakin dekat dengan sumber pakan, waktu jelajah lebah dalam mengumpulkan pakan berupa nektar dan serbuk sari menjadi lebih cepat. Begitu juga energi yang dibutuhkan untuk hilir mudik mengunjungi bunga-bunga sumber pakan jadi lebih efisien.


3. Letakkan stup di tempat yang terlindung dari panas pada siang hari dan terlindung dari hujan

Agar kelulut lebih nyaman, dan stup lebih awet; maka jagalah dari paparan sinar matahari  dan hidarkan dari percikan air hujan.

4. Penempatan dalam rak vs tiang individual
- Kelulut kecil, terutama Tetragonula laeviceps, dapat diletakkan berdekatan dalam rak bersusun
- Kelulut besar, seperti marga Heterotrigona, Geniotrigona, Tetrigona, dll diletakkan berjauhan. Beri jarak 2-3 meter. Berikan variasi arah hadap maupun ketinggian dari tanah.

5. Tiang penyangga harus diamankan dari jangkauan semut dan binatang pengganggu lain.



Bagaimana mendapatkan koloni kelulut?


Memulai memelihara lebah tanpa sengat artinya perlu mengetahui bagaimana cara mendapatkan koloni lebah yang akan dipelihara. Sebelumnya perlu diperhatikan beberapa hal penting agar tidak menemui kegagalan. Pertama, pastikan bahwa jenis lebah yang dipelihara sesuai dengan kawasan sebaran alaminya. Mendatangkan jenis lebah dari luar kawasan sebaran alaminya bisa beresiko merusak keseimbangan ekosistem, misalnya memunculkan kompetisi dengan jenis lokal, baik dalam mendapatkan sumber pakan maupun tempat bersarang. Kedua, pastikan jenis yang akan dipelihara sesuai dengan daya dukung lingkungan lokasi budidaya yang kita sediakan. Jangan memaksakan untuk memelihara jenis-jenis yang membutuhkan habitat hutan dengan kualitas vegetasi yang bagus ke lokasi marginal. Beberapa jenis kelulut bahkan membutuhkan getah spesifik seperti tanaman damar (dan sejenisnya) seperti Tetrigona apicalis, T. binghami, Tetragonilla spp., dll.

Untuk mendapatkan koloni lebah kelulut, bisa dilakukan dengan berbagai cara:

1. Membeli dari penyedia koloni
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membeli kelulut antara lain:
- Pastikan penjual koloni terpercaya.
- Memilih koloni yang sehat, dengan kasta yang lengkap dan proporsional.

2. Membuat perangkap lebah
- Perangkap bisa dibuat dari benda berongga, seperti ruas bambu, botol bekas yang dilapis dengan pelapis gelap, atau stup (box) kayu.
- Perangkap dilumuri dengan propolis (getah material sarang lebah tanpa sengat).
- Perangkap dipasang di lokasi-lokasi strategis, di mana banyak koloni liar.

3. Memindahkan koloni liar ke dalam stup
- Mencari koloni, diusahakan pagi hari, mencari di tempat dimana banyak ditemukan banyak Trigona beterbangan. Biasanya dekat dengan sumber air/ daerah yang lembab, cenderung menyukai daerah terbuka.
- Usahakan memakai perlindungan diri (topi lebah, pakaian tertutup.)
- Membuka sarang dengan hati-hati.
- Memindahkan semua isi sarang. Brood, lebah-lebah muda, dan pastikan ratu terbawa. Beri bekal makanan berupa madu dan polen. Pot madu dan pollen yang telah rusak sebaiknya tidak dimasukkan agar tidak mengundang semut dan serangga pengganggu.
- Berikan getah dan serpihan material sarang untuk direkonstruksi lebah
- Segera tutup kotak dengan rapat.
- Amankan dari jangkauan binatang pengganggu: lalat buah, semut, cicak, laba-laba.
- Bersihkan serpihan-serpihan sarang lama di lokasi pemindahan agar tidak membuat lebah kebingungan.
- Pindahkan sarang setelah lebah beradaptasi. Paling aman adalah menunggu satu generasi menetas.

Tetragonula laeviceps



Tetragonula laeviceps (klanceng kecil) adalah jenis lebah tanpa sengat. Jenis ini dideskripsi oleh Smith (1857) dengan nama Trigona laeviceps. Belakangan jenis ini dimasukkan ke dalam marga Tetragonula. Laeviceps seperti kebanyakan anggota marga Tetragonula merupakan jenis klanceng berukuran kecil. Panjang tubuhnya hanya sekitar 4 mm. Tubuh berwarna hitam, dengan ujung tungkainya sedikit kemerahan. 

Sebaran laeviceps tergolong luas, terutama di kawasan Asia Tenggara. Jenis yang sangat adaptif, cukup mudah dijumpai di sekitar kita, dari pedesaan sampai perkotaan. Habitat bersarang bagi jenis ini juga sangat variatif, kebanyakan mereka membangun sarang di dalam ruas bambu dan celah-celah bangunan. Meskipun terkadang dijumpai di tempat-tempat yang tak terduga, seperti paralon bekas, kaleng bekas, dll. 


Jenis klanceng ini paling banyak dibudidayakan oleh peternak tradisional, karena sifatnya yang mudah dipelihara, dan modal relatif ringan. Peternak laeviceps biasanya memindahkan koloni liar ke dalam stup sederhana. Dengan ukuran tubuhnya yang kecil, produktivitas madu laeviceps sebenarnya cukup baik. Dalam kondisi lingkungan yang relatif baik, satu koloni bisa menghasilkan 30-50 ml dalam waktu 3 bulan. Jenis klanceng ini cocok dipelihara sebagai usaha sampingan masyarakat di pedesaan.

Taksonomi
Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Bangsa: Hymenoptera
Suku: Apidae
Tribus: Meliponini
Marga: Tetragonula
Jenis: Tetragonula laeviceps (Smith 1857)







Merumahkan lebah tanpa sengat


Untuk bisa memelihara lebah madu, kita perlu menyiapkan media yang akan digunakan sebagai tempat meletakkan koloni yang kita pelihara. Rumah lebah, bisa dibilang begitu. Sederhananya, rumah lebah adalah media tempat hidup koloni. Ada banyak bentuk dan rupa rumah lebah, stup atau peti lebah adalah yang paling umum digunakan. Demikian pula untuk pemeliharaan lebah tanpa sengat (Trigona).

Pada prinsipnya, rumah lebah merupakan wadah buatan yang digunakan untuk pemeliharaan lebah, menjadi tempat hidup dan berkembang biak suatu koloni lebah. Di dalam media sarang ini lebah membangun sarang, meletakkan telur-telur sampai menetas, merawat lebah-lebah muda, menyimpan cadangan makanan. Kelangsungan hidup satu koloni tergantung pada media sarang ini.

Stup berbentuk kotak yang terbuat dari papan kayu adalah tipe yang biasa digunakan. Bentuk stup lebah perlu disesuaikan dengan karakteristik lebah yang akan dipelihara. Hal ini karena tiap jenis lebah tanpa sengat memiliki konfigurasi bentuk sarang yang berbeda-beda. Sebenarnya belum ada yang membuat aturan baku dalam mendesain kotak sarang bagi lebah trigona. Sebagian besar berdasarkan pengalaman para peternak lebah, karenanya bisa kita jumpai banyak variasi model atau desain stup.

Stup untuk koloni lebah dari jenis Tetragonula laeviceps biasanya berbentuk kotak memanjang dengan posisi lubang pintu sarang di bagian depan. Ukuran volume yang biasa dipakai adalah 12x10x30 cm. Untuk memudahkan pemanenan madu dan beebread, bagian tengah kotak bisa diberikan sekat sebagian yang memisahkan kotak menjadi dua kompartemen, bagian depan untuk penempatan brood, bagian belakang untuk penyimpanan madu.

Sedangkan untuk jenis lebah tak bersengat jenis Heterotrigona itama, biasanya kotak berbentuk memanjang ke atas, lubang pintu pada satu sisi. Mengingat ukuran tubuh itama yang lebih besar, maka ukuran kotak juga lebih besar. Kami mengembangkan stup untuk brood berukuran volume 15X15X18 cm. Pemelihara lebah itama juga bisa menggunakan sistem topping, di mana sarang lebah dipertahankan di log kayu, dan ditambahkan kotak untuk penyimpan madu yang diletakkan di bagian atasnya.

Selain stup papan kayu, masih ada banyak variasi jenis material maupun desain rumah lebah tanpa sengat. Para pembudidaya jenis laeviceps menggunakan bermacam-macam media sarang, seperti bambu, gerabah, dan batok kelapa. Laeviceps merupakan jenis lebah kecil yang adaptif dan paling mudah dibudidaya.

Istilah-istilah dalam dunia perlebahan


Berikut ini daftar istilah yang biasa digunakan dalam dunia perlebahan. Definisi yang diberikan dalam tulisan ini bukan definisi baku, hanya bertujuan untuk memberikan penjelasan sederhana.

API: Asosiasi Perlebahan Indonesia

Apiari: lokasi/farm budidaya lebah

Apikultur: pembudidayaan lebah

Apis: salah satu marga lebah, beranggotakan lebah-lebah madu bersengat

Batumen: bahan baku sarang lebah tanpa sengat berupa getah tanaman yang dicampur dengan padatan

Brood: kumpulan telur, larva, pupa

Beebread: produk lebah, makanan bagi larva lebah

Beepollen: produk lebah berupa hasil pemanenan serbuk sari bunga

Beeswax: lilin lebah, sekresi dari kelenjar di ‘perut’ lebah

Cerumen: bahan baku sarang lebah tanpa sengat, terdiri dari getah tanaman sebagai komponen utama dan diperkaya dengan lilin dari sekresi lebah

Drone: lebah berjenis kelamin jantan

Fondasi sarang: produk komersial yang terbuat dari lilin lebah, digunakan pada peternakan lebah komersial, berfungsi sebagai substrat di mana lebah membangun sarang pada lebah Apis

Kasta: pengelompokan lebah berdasar fungsi dalam koloni: ratu, betina pekerja, drone

Koloni: kesatuan lebah yang hidup bersama dalam satu sarang, terdiri dari kasta yang lengkap dan fungsional termasuk brood di dalamnya

Larva: fase setelah telur menetas, bentuknya menyerupai belatung

Madu: cairan kental yang rasanya manis, hasil dari nectar yang telah diproses secara enzimatis dan pengurangan kadar air oleh lebah, disimpan dalam kantong-kantong madu

Meliponikultur: budidaya lebah tanpa sengat (kelulut/trigona/teuweul)

Metamorfosis: perubahan fase kehidupan serangga, antara lain telur, larva, pupa, dewasa

Nektar: cairan manis yang dihasilkan kelenjar nektarin pada bunga atau bagian lain dari tanaman. Dipanen lebah sebagai sumber energi

Nuc/nucleus colony: koloni bibit yang masih kecil yang dihasilkan melalui teknik perbanyakan koloni

Pot: kantung penyimpanan pada lebah tanpa sengat, meliputi pot telur, pot madu, pot pollen

Pollen: tepung sari, butir-butir halus pada bunga, berfungsi sebagai gamet jantan. Dipanen oleh lebah sebagai sumber protein

Propolis: getah tanaman yang diambil oleh lebah sebagai perekat pada sarang pada lebah Apis, atau material sarang pada lebah tanpa sengat

Pupa: fase setelah larva, kepompong

Ratu lebah: salah satu kasta lebah, merupakan pemimpin bagi satu koloni. Merupakan betina fertile. Umumnya hanya satu individu pada tiap koloni

Royal jelly: cairan kental yang dihasilkan kelenjar hipofaring, kaya akan protein, pakan utama ratu dan larva yang masih sangat muda

Sisiran: sarang lebah tempat menyimpan brood, maupun cadangan makanan, terbuat dari lilin lebah

Stup: kotak sebagai rumah/sarang bagi koloni lebah

Trigona: nama marga bagi lebah tanpa sengat, di Indonesia secara populer biasa digunakan untuk menyebut kelompok lebah tanpa sengat secara umum

Varrhoa: tungau parasit pada lebah