Lebah Tanpa Sengat


Lebah tanpa sengat adalah kelompok lebah berukuran kecil yang termasuk dalam tribus Meliponini dan masih berkerabat dekat dengan lebah madu bersengat (Apis spp.) dalam suku Apidae. Kelompok lebah ini tersebar di kawasan tropis, sampai kawasan dengan garis lintang yang sedikit lebih tinggi. Di dunia ada lebih dari 500 jenis lebah tanpa sengat. Benua Amerika menyumbangkan sebanyak 300 jenis, Afrika sebanyak 50 jenis. Asia 60 jenis dan Australia 10 jenis. Indonesia sendiri memiliki setidaknya 40 jenis lebah tanpa sengat, terbagi dalam beberapa marga antara lain: Geniotrigona, Heterotrigona, Lepidotrigona, Tetragonula, dll. Nama-nama lokal di Indonesia antara lain: kelulut (melayu), klanceng (jawa), teuweul (sunda), gala-gala (minang), keledan (Lombok), ketape (Sulawesi), dll.

Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Bangsa: Hymenoptera
Suku: Apidae
Tribus: Meliponini 

Marga: Geniotrigona, Heterotrigona, Lepidotrigona, Sundatrigona, Tetrigona, Tetragonula, dll.

Lebah tanpa sengat memiliki cara hidup eusosial, sama seperti lebah Apis dan beberapa serangga lain seperti semut, dan rayap. Eusosial adalah perilaku hidup bersama, dengan pembagian kerja. Dalam sistem sosial lebah ada satu (atau terkadang lebih dari satu) ratu lebah, ratusan lebah jantan (drone), dan ratusan sampai ribuan lebah pekerja. Ratu berkelamin betina dan fertil. Tugas ratu adalah bertelur dan memimpin koloni. Satu-satunya tugas lebah jantan adalah mengawini ratu. Lebah pekerja merupakan lebah berkelamin betina steril (tidak menghasilkan keturunan). Lebah pekerja memiliki beberapa tugas, baik dalam membangun dan merawat sarang, menjaga keamanan, dan mengumpulkan pakan.



Semua jenis lebah tanpa sengat diketahui bersarang di dalam rongga, dengan satu pintu masuk yang dilengkapi dengan sistem keamanan. Karena tidak dilengkapi dengan organ penyengat sebagai pertahanan diri, lebah tanpa sengat membangun sarangnya dengan suatu sistem keamanan yang unik guna menjaga sarang dari ancaman penyusup maupun penyakit. Material utama dalam membangun sarang adalah resin tanaman dan lilin lebah. Terkadang resin ini dicampur dengan material padatan lain seperti pasir atau tanah liat untuk memperkuat struktur. Di dalam sarang, lebah-lebah membangun sebuah kota kecil – jika boleh dianalogikan seperti itu – yang mendukung kehidupan koloni.

Sama seperti lebah madu Apis, lebah tanpa sengat juga menghasilkan madu dan bisa dibudidaya. Pemeliharaan/budidaya lebah tanpa sengat biasanya disebut sebagai meliponikultur. Meskipun demikian, tidak semua jenis lebah tanpa sengat layak untuk dipelihara, terutama jika diharapkan produk lebahnya. Saat ini jenis-jenis yang telah banyak dipelihara oleh para pemelihara lebah antara lain: Geniotrigona thoracica, Heterotrigona itama, Lepidotrigona terminata, Tetragonula biroi, T. laeviceps, dan Tetrigona apicalis.