Meliponikultur


Pemeliharaan lebah tanpa sengat biasa disebut sebagai meliponikultur. Nama ini diambil dari nama kelompok lebah ini: meliponini. Saat ini meliponikultur mulai menggeliat di berbagai negara. Australia misalnya, dalam dasawarsa terakhir ini membangkitkan semangat memelihara lebah tanpa sengat sebagai jenis-jenis lebah asli (native bee) yang mereka miliki. Bangkitnya semangat semangat memelihara lebah lokal didasari dari kesadaran bahwa native bee memiliki peran yang besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya dalam membantu penyerbukan tanaman. Di Malaysia saat ini juga tumbuh banyak farm baru yang memiliki ratusan hingga ribuan koloni lebah yang biasa disebut kelulut ini, sebagai salah satu kegiatan ekonomi.

Indonesia sendiri dalam tahun-tahun terakhir menunjukkan pencapaian yang positif dalam pengembangan usaha pemeliharaan lebah tanpa sengat. Para pemeliharanya semakin banyak bermunculan, dan produk yang mereka hasilkan – terutama madu - mulai mengisi segmen pasar khusus. Harga madunya yang relatif lebih tinggi menjadi alasan menjamurnya usaha pemeliharaan lebah tanpa sengat. Beberapa pemelihara lebah juga menganggap bahwa merawat lebah tanpa sengat lebih mudah dibandingkan merawat jenis lebah Apis yang membutuhkan perawatan-perawatan khusus. Belum ada data kuantitatif tentang jumlah pemelihara, jumlah koloni, maupun kapasitas produksi dari kegitan meliponikultur di Indonesia.

Dalam dokumen yang dikeluarkan FAO, disebutkan bahwa beternak lebah adalah salah satu usaha ekonomi yang paling baik bagi masyarakat di sekitar area hutan. Usaha ini tergolong sebagai usaha yang mampu menjamin keberlanjutan lingkungan, dan memberikan kontribusi ekonomi yang cukup baik bagi masyarakat. Hal ini semestinya menjadi pemicu semangat bagi kita semua agar semakin serius dalam menggarap segmen lebah tak bersengat. Kita dikarunia alam tropis yang sangat cocok untuk budidaya lebah; dan dalam perspektif ekonomi, pasar yang siap menampung hasil usaha perlebahan pun semakin terbuka lebar. Di luar itu semua, memelihara lebah tanpa sengat adalah kontribusi kita dalam melestarikan kekayaan native bee yang kita miliki.


Muatan dalam meliponikultur menurut Inabee antara lain:
- Biologi lebah, dan informasi jenis-jenis penting
- Persiapan budidaya dan analisa daya dukung lingkungan
- Desain rumah lebah
- Teknik/cara mendapatkan koloni
- Pengelolaan ternak, misalnya penempatan koloni lebah
- Teknik perbanyakan koloni
- Pengendalian hama dan pengganggu 
- Pemanenan, pemanfaatan, dan pemasaran produk lebah 
- Sistem integrasi dengan pengelolaan lahan