Kunci sukses budidaya lebah: penilaian lingkungan


Langkah awal dalam menyiapkan pemeliharaan lebah adalah menilai daya dukung lingkungan. Penilaian ini penting untuk menentukan layak atau tidaknya memelihara lebah di suatu lokasi. Kelayakan ini juga mempertimbangkan jenis lebah yang akan dipelihara, dan jumlah koloni yang akan dipelihara. Setiap jenis lebah memerlukan kondisi lingkungan yang spesifik. Tiap jenis juga memiliki toleransi yang berbeda. Di Indonesia, meskipun perkembangan perlebahan cukup pesat, akan tetapi literatur yang lengkap mengenai penilaian lingkungan ini masih sangat terbatas, dan umumnya masih bersifat kualitatif.

Aspek lingkungan yang pertama dinilai adalah kondisi fisik lingkungan. Parameter yang bisa dilihat misalnya temperatur dan kelembaban udara, serta curah hujan rata-rata tahunan. Lokasi ideal untuk budidaya lebah memiliki suhu udara yang sejuk (tidak panas namun juga tidak dingin). Suhu 20-30 C menjadi kisaran ideal. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan lebah kurang aktif. Selanjutnya, komponen yang diidentifikasi adalah potensi sumber pakan (baik penghasil nektar maupun serbuk sari), sumber propolis, maupun keberadaan air. Potensi sumber pakan harus terpenuhi sepanjang tahun, dan jumlahnya melimpah. Informasi mengenai periode pembungaan dari berbagai jenis tanaman mutlak diketahui seorang pembudidaya. Untuk mengetahui ketersediaan pakan, seorang pembudidaya wajib memiliki kalender pembungaan. Pembudidaya biasanya menanam tanaman berbunga sepanjang tahun sebagai cadangan dalam masa-masa krisis.

Lebah memiliki radius jelajah terbang tertentu, tergantung dari jenisnya. Daya jelajah ini dijadikan pertimbangan dalam penilaian daya dukung lingkungan. Usahakan penempatan koloni lebah sedekat mungkin dengan sumber pakan. Selain untuk pertimbangan potensi pakan dan material sarang lebah dalam radius jelajah, juga perlu diperhatikan potensi ancaman bagi koloni lebah, misalnya potensi lahan pertanian yang menggunakan pestisida. Lokasi yang ideal untuk pemeliharaan lebah harus bebas dari paparan pestisida.

Penilaian kondisi lingkungan menjadi kunci awal kesuksesan budidaya lebah. Pembudidaya yang melalaikan penilaian lingkungan seringkali menemukan kendala di belakangnya, seperti lebah yang tidak pernah menghasilkan madu, atau bahkan koloni lebahnya semakin habis.



Previous
Next Post »