Nilai Penting Lebah

Lebah adalah makhluk kecil dengan beribu manfaat. Apa saja manfaat mereka. Mari kita kupas satu-persatu.

1. Manfaat Ekologis
Dari sudut pandang ekologis, bisa dikatakan semua jenis lebah adalah agen penyerbukan atau polinasi bagi tanaman. Lebah membutuhkan nektar dan serbuk sari pada bebungaan. Serbuk sari merupakan bagian dari bunga yang berfungsi sebagai pembawa gamet jantan bagi bunga. Dalam proses mengumpulkan nektar dan serbuk sari inilah peluang terjadinya penyerbukan bunga. Serbuk sari seringkali menempel dalam tubuh lebah dan kemudian jatuh pada putik. Jatuhnya serbuk sari pada putik memungkinkan terjadinya pembuahan pada bakal biji di dalam bunga itu sendiri.

2. Manfaat Ekonomis
Bagi peternak atau pembudidaya lebah, usaha ini mendatangkan manfaat ekonomi dari pemasaran produk perlebahan. Produk perlebahan antara lain madu, roti lebah (beebread), royal jelly, lilin lebah (beeswax), dan propolis. Madu bisa didefinisikan sebagai cairan manis yang dihasilkan oleh lebah madu, hasil dari proses pengolahan nektar yang dikumpulkan dari ribuan bunga di sekitar koloni. Nektar atau sari bunga adalah cairan manis yang dihasilkan oleh kelenjar nektarin pada bunga atau selain bunga.

Selain mengumpulkan nektar sebagai makanan utama, lebah juga mengumpulkan serbuk sari dari bunga. Serbuk sari atau pollen yang dikumpulkan oleh lebah ribuan pekerja disimpan dalam kantong-kantong dan mengalami proses tertentu dan biasa disebut roti lebah. Roti lebah dianggap sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Harganya pun cukup mahal.

Produk lain seperti lilin lebah, royal jelly dan propolis juga menjadi peluang ekonomi bagi pembudidaya lebah.

3. Manfaat Lain yang Tak Terduga
Hal menarik dari lebah adalah dari sisi sosial budaya masyarakat. Di Indonesia sendiri masih sedikit catatan mengenai hubungan antara lebah dengan suatu kebudayaan masyarakat. Beberapa catatan kedekatan peradaban manusia dengan lebah berasal dari peradaban-peradaban tua di dunia. Lebah tanpa sengat diketahui telah dipelihara oleh suku-suku kuno seperti Maya dan Inca di Amerika Latin, suku Aborigin di benua Australia, dan suku-suku di Afrika Tengah. Kedekatan suku-suku tersebut dapat dibuktikan dari penggunaan produk lebah dalam pengobatan, ritual adat, maupun produk-produk budaya lainnya. Misalnya penggunaan propolis dalam pembuatan alat musik didgeridoo di suku Aborigin.